Jakarta, Harianjateng.com — Dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST), Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd., mengikuti kegiatan Training of Trainer (ToT) atau Pelatihan bagi Pelatih Angkatan 40 yang diselenggarakan oleh Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia (Lemhannas RI).
Kegiatan yang berlangsung selama 10 hari kedepan tersebut diikuti oleh 100 peserta dari berbagai daerah se-Nusantara yang terpilih dari 960 pendaftar. Keikutsertaan Bherrio Dwi Saputra menjadi bagian dari upaya pengembangan kompetensi sekaligus kesempatan untuk memperluas wawasan dan pengalaman dalam bidang kepelatihan, kepemimpinan, serta wawasan kebangsaan.
Bagi Bherrio, kesempatan mengikuti ToT di Lemhannas RI merupakan pengalaman yang sangat berharga. Sebagai seorang akademisi dan dosen PGSD, ia memandang peningkatan kapasitas diri sebagai bagian penting dari tanggung jawab profesional dalam memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan.
Selama mengikuti kegiatan, peserta mendapatkan berbagai pengalaman pembelajaran yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan sebagai pelatih. Selain penguatan kompetensi kepelatihan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperkaya pemahaman mengenai kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan ketahanan nasional.
Menurut Bherrio, berbagai wawasan tersebut memiliki relevansi yang kuat dengan dunia pendidikan. Pendidikan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk karakter, integritas, tanggung jawab, serta kesadaran sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia. Ia berharap pengalaman dan pengetahuan yang diperoleh selama 10 hari mengikuti ToT di Lemhannas RI dapat memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya bagi mahasiswa PGSD UST yang dipersiapkan menjadi calon guru sekolah dasar.
Ilmu dan pengalaman yang diperoleh juga diharapkan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran, pengembangan akademik, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dengan demikian, keikutsertaan dalam program tersebut tidak hanya menjadi pengembangan kapasitas pribadi, tetapi juga dapat memberikan kontribusi bagi institusi dan masyarakat.
Keikutsertaan Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd. dalam Training of Trainer Lemhannas RI Angkatan 40 menjadi bagian dari komitmennya untuk terus mengembangkan kompetensi sebagai akademisi. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten, berkarakter, dan memiliki wawasan kebangsaan.
Berkesempatan belajar di Lemhannas RI merupakan momentum untuk terus mengembangkan diri dan memperluas kebermanfaatan ilmu yang diperoleh.
Mengutip Semangat pemikiran Ki Hadjar Dewantara bahwa setiap orang dapat menjadi guru dan setiap tempat dapat menjadi sekolah menjadi inspirasi bahwa proses pendidikan tidak pernah berhenti di ruang kelas. Pengalaman mengikuti Training of Trainer di Lemhannas RI selama 10 hari menjadi ruang belajar yang berharga untuk memperluas wawasan, memperkuat kapasitas diri, dan selanjutnya membagikan manfaat tersebut kepada mahasiswa dan masyarakat.
