Batam, Harianjateng.com — Pemerintah Kabupaten Kendal menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-34 Perkumpulan Keluarga Batam Kendal (PKBK) sekaligus acara Temu Sedulur di Pakuba Buana Central Park, Tembesi, Kota Batam, Minggu (30/8/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kendal Hj. Dyah Kartika Permanasari (Mbak Tika), Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq, Sekretaris Daerah Kota Batam H. Firmansyah, jajaran pejabat dan anggota DPRD Kota Batam, Forkom se-Jawa Tengah, serta diikuti diikuti oleh Penasehat PKBK, Ketua PKBK beserta pengurus dan anggota Perkumpulan Keluarga Batam Kendal.

Dalam sambutannya, Ketua PKBK M. Rizky Aji Perdana, S.H. menyampaikan, bahwa kegiatan ini diselenggarakan untuk memperingati Harlah PKBK ke-34 sekaligus menjadi wadah silaturahim atau temu sedulur bagi warga perantauan asal Kendal yang menetap di Kota Batam.
Tak lupa M. Rizky juga mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Kendal terutama kepada Bupati Kendal yang telah meluangkan waktunya hadir langsung bertemu dengan warga Kendal yang ada di Kota Batam.
“Saya merasa bangga atas kehadiran pimpinan daerah dari Kendal maupun Batam. Kami juga berkomitmen warga perantauan asal Kendal di Batam untuk tetap mandiri, guyub rukun, dan berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah tempat tinggal mereka di tanah perantauan,” ujar Ketua PKBK M. Rizky Aji Perdana.
Ia menambahkan, meskipun jauh dari kampung halaman, warga Kendal di Batam tetap menjunjung semangat berdikari dan berkontribusi untuk mewujudkan Batam sebagai kota yang maju dan madani.

Pada momen peringatan tersebut, Bupati Kendal bersama Ketua DPRD Kendal didampingi oleh tokoh masyarakat, dan Ketua PKBK melakukan peletakan batu pertama pembangunan Sekretariat dan Rumah Singgah PKBK.
Fasilitas yang dibangun di atas lahan hibah dari tokoh masyarakat Kendal, H. Muhammad Zamrodi, ini diperuntukkan sebagai pusat bantuan sosial dan tempat persinggahan bagi warga perantauan yang membutuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Dewan Penasihat PKBK, H. Joko Mulyono mengapresiasi kerja keras seluruh panitia dan dukungan para sesepuh serta tokoh masyarakat yang hadir.
H. Joko berharap, rumah singgah dan keberadaan perkumpulan ini dapat mempererat tali silaturahmi serta menjaga semangat persatuan warga perantauan Jawa Tengah di Batam.
Dalam sambutannya, Sekda Kota Batam H. Firmansyah menyampaikan apresiasinya kepada warga Kendal atas kontribusi dalam menjaga kondusivitas keamanan di Batam. Ia juga membuka peluang kerja sama antar-daerah (MoU) dengan Pemkab Kendal, khususnya untuk memenuhi pasokan kebutuhan pokok di Kota Batam.

“Kota Batam tidak memiliki sumber daya alam, dan Batam mengandalkan sektor industri, MICE, dan pariwisata. Oleh karena itu, faktor keamanan sangat penting. Warga Kendal telah menunjukkan prinsip di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung, yang mana tetap menjaga budaya Kendal tanpa melupakan budaya Melayu tempat mereka tinggal,” ungkap H. Firmansyah.
“Sebagai daerah non-penghasil yang mendatangkan 70–80% kebutuhan pokok dari luar wilayah, Batam siap menjalin kemitraan pasokan pangan kompetitif dengan Pemerintah Kabupaten Kendal,” kata Firmansyah.
Sementara itu dalam sambutannya, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari mengucapkan selamat harlah yang ke-34 kepada keluarga besar warga Kendal di Kota Batam yang tergabung dalam PKBK, dan mengucapkan terima kasih atas kebersamaan, keguyuban selama ini di perantauan.

“Saya berharap, agar warga Kendal yang merantau di Batam makin guyub, rukun, saling membantu satu sama lain, dan tingkatkan terus rasa persaudaraan, solidaritas dan kekeluargaan di mana pun berada,” tutur Bupati Kendal.
Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika juga mengucapkan terima kasih kepada PKBK dan Pemerintah Kota Batam yang telah menyambut dengan baik, serta dalam menjaga dan memfasilitasi warga Kendal yang tinggal di Batam.
Mbak Tika menaruh harapan kepada warga Kendal yang berada di Batam, agar tetap bisa berpartisipasi dan memberikan kontribusi, pemikiran bagi kemajuan pembangunan Kabupaten Kendal ke depan.
“Saya merasa bangga kepada warga Kendal yang berada di Kota Batam, walaupun di perantauan namun tetap bisa menjaga tradisi budaya Kendal yang juga dilestarikan di Kota Batam, salah satunya adalah Barongan, jaran kepang dan budaya lainnya,” tutur Mbak Tika.
Acara peringatan harlah berlangsung khidmat dan penuh kehangatan, ditutup dengan doa bersama, pembacaan pantun kebudayaan Melayu-Jawa, serta pertunjukan seni untuk menghibur seluruh warga perantauan yang hadir.
Red-HJ99/HR
