Kendal, Harianjateng.com – Memulai aksi peduli lingkungan tidak harus dari langkah besar. Tim pengabdian masyarakat dari Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang berkolaborasi dengan BKM Mina Makmur mengajak warga Kelurahan Bandengan, Kecamatan Kendal, untuk memulai gerakan pilah sampah dari rumah tangga, Sabtu (4/7/2026).

​Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Kelurahan Bandengan ini merupakan bagian dari program hibah pemberdayaan masyarakat yang didukung oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Tim Pengabdian Masyarakat Hibah Bima tahun 2026 diketuai oleh Kristin Marwinda, S.S., M.S dari Prodi S1 Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa dan Budaya, Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.

Adapun anggota tim pelaksana pengabdian yaitu Novita Al Ihyak Dieni, S.Pd., M.Pd. (Prodi S1 Bahasa Inggris), Sri Muryati, S.S., M.Hum.(Prodi S1 Bahasa Jepang), Rossa Valiesia Saskya Azzahra dan Jevy Amalia Rizky (Mahasiswa prodi S1 Bahasa Inggris).

​Ada yang unik dari pelatihan kali ini. Tidak hanya diajarkan cara memilah sampah organik dan non-organik, 10 warga yang menjadi peserta juga dibekali kemampuan digital storytelling. Mereka diajak untuk membuat konten kreatif berupa video tentang pengalaman memilah sampah untuk dibagikan di media sosial.

​Ketua tim pengabdian dari Fakultas Bahasa dan Budaya Untag Semarang, Kristin Marwinda, S.S., M.S., menjelaskan bahwa program bertajuk ‘From Trash to Treasure Narratives’ ini bertujuan agar aksi pilah sampah tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, tetapi juga menjadi inspirasi bagi orang lain.

​”Kami ingin warga berbagi cerita tentang tantangan dan manfaat saat mulai memilah sampah. Cerita sederhana ini bisa menginspirasi orang lain untuk ikut bergerak menjaga lingkungan,” ujar Kristin.

Para tim pengabdian juga memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu peserta tentang bagaimana membuat konten menggunakan caption Bahasa Inggris, yang menjadi bagian dari keselarasan ilmu para tim pengabdian yang merupakan akademisi dari bidang Bahasa Inggris.

Selain itu, pengetahuan mengenai bagaimana pengelolaan sampah dari perspektif budaya Jepang juga disampaikan oleh dosen Prodi Jepang, Sri Muryati, S.S., M.Hum., agar sebagai referensi untuk mencontoh tindakan positif dari kedisiplinan budaya negara Jepang dalam menangani persoalan sampah.

​Sekretaris BKM Mina Makmur, Ali Subkhan, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program tersebut sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Kendal dalam menciptakan daerah yang lestari.

​”Sinergi antara akademisi dan masyarakat ini sangat krusial untuk mengatasi permasalahan sampah di tingkat akar rumput,” ungkap Ali.

​Senada dengan hal tersebut, Ahmad Mu’alim, Ketua Koordinator BKM Mina Makmur, berharap kegiatan ini dapat memicu semangat warga. “Anggota kami sekarang punya bekal ilmu, mulai dari teknik memilah sampah yang benar hingga cara mengemasnya menjadi konten menarik di media sosial,” tambahnya.

​Untuk mendukung keberhasilan program ini, tim Untag Semarang memberikan bantuan fasilitas pendukung kepada para peserta, antara lain sarana Pengelolaan sampah, seperti tong sampah tiga pilah, alat pembuat kompos, dan mesin pencacah sampah organik.

Selain itu, untuk​ sarana kampanye juga diberikan Tripod dan clip-on untuk mendukung pembuatan video edukasi warga.

​Salah satu peserta, Casmi, mengaku sangat antusias dengan pelatihan ini. “Kegiatan ini menambah ilmu untuk pengolahan sampah organik dan non-organik, dan cara untuk menjadikan kompos. Harapannya, video yang kami buat nanti bisa mengajak lebih banyak warga untuk sama-sama menjaga kebersihan lingkungan mulai dari runahnya masing-masing, agar hidup lebih sehat,” tutup Casmi.

​Program ini diharapkan tidak berhenti di sini, tetapi terus berlanjut menjadi gerakan nyata yang menjadikan Kelurahan Bandengan sebagai contoh sukses pengelolaan sampah berbasis rumah tangga di Kabupaten Kendal.

Red-HJ99/HR