​Kendal, Harianjateng.com- Pemerintah Desa Tamanrejo, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, berkolaborasi dengan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto menggelar kegiatan Pendampingan Lapangan Desa BRILiaN 2026 Batch 2 pada 12–16 Oktober 2026.

Program ini berfokus pada penguatan kemitraan strategis, tata kelola keuangan, serta perencanaan usaha desa.

​Kegiatan pendampingan ini merupakan tindak lanjut atas keberhasilan Desa Tamanrejo menembus jajaran 25 besar kompetisi Desa BRILiaN tingkat nasional, menyisihkan lebih dari 700 desa peserta dari seluruh Indonesia.

​Pendampingan dipimpin oleh akademisi Unsoed, Cut Mini Mulasiwi, S.Pd., M.Pd. dan Ratu Ayu Sri Wulandari MA, M.Sc., dengan mengusung tema “Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem yang Berdaya serta Berkelanjutan”.

“Program ini bertujuan mengintegrasikan pemanfaatan teknologi modern dengan kepemimpinan berbasis kebutuhan masyarakat local,” ujar Cut Mini Mulasiwi.

​Rangkaian Kegiatan dan Tahapan Pendampingan
​Pendampingan intensif yang berlangsung selama lima hari ini dipusatkan di Balai Pertemuan Desa dan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) Tamanrejo, melibatkan Kepala Desa Mustofa, SE, perangkat desa, pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta pengurus koperasi desa.

​Hari Pertama, pembukaan resmi dan analisis potensi kerja sama serta identifikasi daftar calon mitra strategis untuk memperluas jejaring ekonomi desa.

​Hari Kedua, evaluasi profil desa dan formulasi strategi pengelolaan dana desa agar program pembangunan selaras dengan alokasi anggaran.

​Hari ketiga, analisis kesehatan usaha BUMDes dan penataan laporan keuangan guna mewujudkan pencatatan yang akuntabel dan transparan.

​Hari keempat, pemetaan potensi unggulan desa serta penetapan prioritas program pembangunan.
​Hari Kelima: Penyusunan rencana bisnis (business plan) komprehensif berdasarkan peluang usaha yang telah diidentifikasi.

​Pada acara penutupan, Jumat (16/10/2026), Bank Rakyat Indonesia (BRI) turut memberikan sosialisasi mengenai berbagai produk dan layanan perbankan yang dirancang untuk mendukung ekspansi usaha masyarakat desa.

“Sebagai bentuk apresiasi atas prestasi Desa Tamanrejo yang berhasil menembus 25 besar nasional, dan kini tengah berjuang menuju babak 5 besar Desa BRILiaN, BRI menyerahkan bantuan dana pembinaan sebesar Rp10.000.000,” kata Mustofa.

Mustofa menambahkan, ​sebagai bagian dari strategi promosi dan perluasan kemitraan, rangkaian pendampingan ini juga dilengkapi dengan pembuatan video profil Desa Tamanrejo yang akan dipublikasikan melalui berbagai platform media sosial.

​Sinergi antara Pemerintah Desa Tamanrejo, kelembagaan ekonomi desa, akademisi Unsoed, dan BRI diharapkan dapat menjadi pijakan kokoh dalam mewujudkan tata kelola desa yang berkelanjutan serta membawa dampak positif bagi kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

Red-HJ99/HR