Temanggung, Harianjateng.com – Kegiatan walking tour Mlaku Lampah kembali diselenggarakan dengan mengusung tema “Jejak Rasa Dari Ladang” pada 30 Mei 2026. Bertempat di Dusun Ngadiprono, Desa Ngadimulyo, Kabupaten Temanggung, kegiatan ini berhasil menghadirkan pengalaman edukatif bagi peserta untuk mengenal lebih dekat perjalanan pangan lokal, mulai dari sumber produksinya hingga menjadi hidangan yang tersaji di meja makan.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diajak menyusuri berbagai titik di Dusun Ngadiprono untuk melihat kehidupan masyarakat desa yang masih erat dengan aktivitas pertanian dan pengelolaan sumber daya lokal. Tidak hanya berjalan kaki menikmati suasana pedesaan, peserta juga berkesempatan berinteraksi langsung dengan warga setempat yang berbagi cerita mengenai proses pengolahan bahan pangan serta nilai-nilai yang terkandung di balik tradisi pangan lokal.
Salah satu rangkaian kegiatan yang menarik perhatian peserta adalah sesi praktik pembuatan hidangan berbahan dasar hasil pertanian lokal. Melalui aktivitas tersebut, peserta dapat memahami secara langsung keterhubungan antara petani, lingkungan, dan makanan yang dikonsumsi sehari-hari. Pengalaman ini menjadi bentuk pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga partisipatif dan kontekstual.
Koordinator kegiatan Mlaku Lampah menyampaikan bahwa tema “Jejak Rasa Dari Ladang” dipilih untuk mengajak masyarakat melihat makanan dari perspektif yang lebih luas. Makanan tidak hanya dipandang sebagai produk konsumsi, melainkan sebagai hasil dari proses panjang yang melibatkan kerja masyarakat, kondisi lingkungan, serta pengetahuan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Selain memperoleh pengalaman belajar secara langsung, peserta juga menerima suvenir khas kegiatan, dokumentasi perjalanan, serta hidangan yang diolah bersama selama kegiatan berlangsung. Antusiasme peserta terlihat dari tingginya partisipasi dalam setiap sesi diskusi dan interaksi dengan warga setempat.
Melalui penyelenggaraan Mlaku Lampah, diharapkan semakin banyak masyarakat yang mengenal potensi lokal Dusun Ngadiprono dan memahami pentingnya menjaga keberlanjutan sistem pangan berbasis komunitas. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung pengembangan pariwisata berbasis masyarakat yang mengedepankan aspek edukasi, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Perlu diketahui, Mlaku Lampah merupakan program walking tour edukatif yang mengajak peserta untuk belajar langsung dari komunitas melalui pengalaman berjalan kaki. Setiap kegiatan dirancang untuk mempertemukan peserta dengan berbagai praktik sosial, budaya, lingkungan, dan ekonomi lokal yang berkembang di masyarakat sehingga tercipta pengalaman belajar yang lebih bermakna dan partisipatif.
Mlaku Lampah akan terus berupaya menghadirkan ruang belajar yang menghubungkan masyarakat dengan berbagai praktik baik yang berkembang di tingkat komunitas. Dengan berjalan bersama, peserta tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga membangun pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara manusia, lingkungan, dan budaya lokal. (*)