Gelar Festival Durian, Pemdes Kebongembong Siap Jadi Agrowisata 

0
113

Kendal, Harianjateng.com- Pemerintah Desa Kebongembong menggelar Festival Durian untuk meningkatkan potensi desa menjadi Agrowisata, Minggu (21/1/2024) di Lapangan Desa Kebongembong, Kecamatan Pageruyung, Kabupaten Kendal.

 

Kegiatan diikuti sekitar 40 peserta, terdiri dari 30 orang petani desa setempat dan petani luar desa Kebongembong.

 

Dalam acara tersebut, Kepala Desa Kebongembong, Fachrurozi As’ary menyampaikan, bahwa kegiatan ini sering dilakukan saat musim durian tiba, yang mana bertujuan untuk mengangkat potensi durian lokal Desa Kebongembong.

 

“Desa Kebongembong memiliki banyak potensi, terutama di sektor pertanian, salah satunya sebagai sentra penghasil durian lokal yang rasanya tidak kalah dari durian daerah lain,” kata Fachrurozi.

 

Lebih lanjut, Kades Kebongembong mengatakan, bahwa pihaknya juga ingin mengangkat petani durian dan agrowisata di Desa Kebongembong, melalui berbagai kegiatan, yaitu selain Festival Durian, juga menggelar Kirab Sedekah Bumi, Pagelaran Seni dan Bazar UMKM selama dua hari Sabtu dan Minggu, 20-21 Januari 2024.

 

“Ada sekitar 22 lapak pedagang durian yang semuanya adalah warga Kebongembong, dengan harga durian bervariasi maksimal Rp 100 ribu. Melalui kegiatan ini kami dari Pemerintah Desa ingin memperkenalkan UMKM, dan menciptakan ekonomi kerakyatan, sehingga uang yang dihasilkan bergulir di masyarakat Kebongembong,” ungkap Fachrurozi.

 

Ia juga mengatakan, Pemerintah Desa Kebongembong akan terus mendukung para petani durian dalam mengembangkan potensi buahnya, agar lebih baik dan lebih dikenal hingga luar daerah. Hal itu sudah dibuktikan dengan pelatihan penanaman hingga hingga panen durian.

 

Sementara itu, Sub Koordinasi Produksi Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kendal, Hadi Winarno yang hadir sebagai juri menyambut baik kegiatan festival tersebut.

 

“Kegiatan Festival ini tentunya sangat positif bagi para petani, dan memang Desa Kebongembong sudah menjadi salah satu ikon durian di Kabupaten Kendal,” ujar Hadi Winarno.

 

Ia juga berharap, melalui kegiatan tersebut, nantinya bisa dikembangkan sebagai durian unggulan lokal Kendal dan menjadi pohon induk.

 

Red-HJ99/HR