Mengenal Mahaguru Nusantara Sayyid Hasan bin Shodaqoh bin Zaini Dahlan

0
230

Kendal, Harianjateng.com- Mengenal sosok Mahaguru Nusantara, yaitu Sayyid Hasan bin Shodaqoh bin Zaini Dahlan yang makamnya berada di Kabupaten Kendal, tepatnya di pemakaman umum Grabag  Kelurahan Langenharjo, Kecamatan Kendal.

 

Sayyid Hasan merupakan keturunan ke-29 dari Syekh Abdul Qodir Al Jaelani, yang mana jika nasabnya dari Nabi Muhammad SAW merupakan keturunan ke-41.

 

Hal tersebut diungkapkan saat acara Haul 1 Abad yang dilakukan oleh pihak keluarga cucu keturunan dan keluarga para murid dari Sayyid Hasan bin Shodaqoh di makam Grabag Kelurahan Langenharjo, Jumat (29/12/2023).

 

Diungkapkan oleh KH. Asroi Tohir saat menyampaikan biografi mewakili pihak keluarga, bahwa Haul Sayyid Hasan baru pertama kali dilaksanakan secara umum, karena sebelumnya hanya dilakukan secara intern pihak keluarga saja, namun karena banyak masukan dari para tokoh agama, sehingga pada hari ini dilaksanakan haul secara umum.

 

“Sayyid Hasan lahir di Mekkah dan menjadi  salah satu guru pengajar di Madrasah Saulatiyah Mekkah. Kemudian pada awal tahun 1900-san memutuskan untuk hijrah ke Nusantara untuk mengajarkan agama Islam diberbagai daerah seperti di Jambi Sumatera, Sulawesi dan di Kendal hingga akhir hayatnya,” ujar KH. Asroi Tohir yang juga Ketua MUI Kendal.

 

Lebih lanjut ia  menjelaskan, sepanjang hidupnya Sayyid Hasan terus mengejar untuk memberikan ilmu agama Islam di wilayah Indonesia, termasuk di Kabupaten Kendal,  sehingga banyak dari murid-murid beliau yang menjadi ulama besar.

 

Menurut KH. Asroi, beliau mengajarkan ilmu agama di Madrasah sebelah Masjid Agung Kendal dan Madrasah di wilayah Kaliwungu.

 

“Adapun murid-murid dari Sayyid Hasan, diantaranya, yaitu KH. Hiysam, pengarang Kitab Ma’rifaturrahman dan penerjemah Kitab Nadhom Darori karya Wali Hadi Kendal yang dicetak di Bombay, India. Selanjutnya KH. Abdul Khoir bin KH. Abdul Mannan, pengasuh Pondok Pesantren Sarean Kaliwungu, menulis 33 buah kitab, antara lain Kitab Almuannaq Syarah Sulam Munawaroq dan Durotun Nadhidah,” kata Ketua MUI Kendal.

 

Selain itu, ada juga muridnya yang bernama KH. Abdurahman Husein yang dikenal dengan sastrawan kendal, pernah menjabat Rois Syuriah kedua NU Kendal, dan pengarang Kitab Khoirotun Chisan yang dicetak di Banten. Kemudian KH. Abdul Khamid murid yang memiliki karya sebagai  penyusun Kitab Jawahirul Asani yang merupakan Syarah dari Kitab Manaqib Syeh Abdul Qodir Jaelani, yang mana buku ini diterbitkan di Mesir.

 

Ia mengungkapkan, bahwa Sayid Hasan memiliki putra bernama Sayyid Haidar Dahlan yang juga santri dari Hadrotusyeh Hasyim Asy’ari, tinggal di Lasem.

Perlu diketahui bahwa, Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan dikenal sebagai Ibnu Zaini Dahlan Al Hasani Al Hasyimi Al Quraisy Al Makki, guru besar dan tokoh penting Syafi’iyah yang menjadi guru para ulama Nusantara dan dunia Islam. Di antara muridnya adalah KH. Saleh Darat, KH. Cholil Bangkalan, Sayyid Usman Betawi, Nawawi Al Bantani, Abdul Hamid Kudus, Syekh Mahfud Termas Pacitan dan banyak lagi. Ibnu Zaini Dahlan kakak beradik dengan Sayyid Sodaqoh, bapak dari Sayyid Hasan.

 

Sementara itu, Khanifah salah satu cucu dari Sayyid Hasan, yang menjadi Wakil Rektor Unwahas Semarang mengatakan, bahwa  murid-murid Sayyid Hasan tersebar di berbagai wilayah, ada di Sulawesi, Sumatera, Kendal dan di daerah lainnya.

 

“Terakhir beliau mengajar kan ilmu agama Islam di Kabupaten Kendal hingga akhir hayatnya,” tutur Khanifah.

 

Red-HJ99/HR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini