PD PGMI Jateng-DIY Bagikan Strategi Pengembangan Prodi

0
86

Yogyakarta, Harianjateng.com- Divisi Pengembangan Lembaga Korwil VIII Perkumpulan Dosen Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PD-PGMI) mengadakan webinar nasional dengan tema “Strategi Pengembangan Program Studi Melalui Optimalisasi Kegiatan Tridarma Perguruan Tinggi dan Partisipasi dalam Asosiasi”, Sabtu (9/3/2024).

 

Kegiatan ini menghadirkan 2 narasumber yaitu Didik Efendi, M.Pd dari program studi PGMI IAIN Fattahul Muluk Papua, dan Ihda Ayunil Khotimah, M.Pd dari program studi PGMI STPI Bina Insan Mulia.

 

Sementara itu Dr. Aninditya Sri Nugraheni, M.Pd. dari UIN Sunan Kalijaga yang juga merupakan Ketua Korwil VIII PD-PGMI hadir sebagai Opening Speech.

 

Kegiatan webinar dibuka oleh Ardanafi Setya Difa dan Anik Fatimah selaku pembawa acara, dilanjutkan dengan opening speech oleh ketua Korwil VIII PD-PGMI. Dalam opening speechnya Bu Anin (sapaan akrab ketua Korwil VIII PD-PGMI) memberikan penjelasan bahwa peran program studi sangat penting terhadap optimalisasi kegiatan tridarma perguruan tinggi.

 

Ia juga menyampaikan, bahwa prodi mempunyai peranan atau berhak menentukan kebijakan interna terkait riset grup maupun PkM. Bu Anin menyarankan dalam 2 minggu sekali hendaknya prodi mengadakan diskusi ilmiah berkaitan dengan kegiatan penelitian.

 

“Prodi diharapkan mengarahkan dosen untuk ikut hibah penelitian. Prodi juga bisa memberikan penghargaan kepada dosen terbaik maupun mahasiswa terbaik,” ujar Anin.

 

Berkaitan dengan PkM, Anin menekankan untuk mendokumentasikan kegiatan PkM. Kegiatan PkM dapat dilakukan berupa pelatihan workshop atau pelatihan tekait penyusunan bahan ajar, media pembelajaran, atau materi lain kepada lembaga MI/SD.

 

Menurut Anin, dari segi pendidikan, dosen perlu didorong lanjut studi serta prodi perlu memperhatikan beban hitungan sks kerja dosen.

 

Kegiatan selanjutnya adalah kegiatan inti webinar, yaitu pemaparan materi dari narasumber pertama yaitu Didik Efendi, M.Pd memaparkan materi berkaitan dengan strategi pengembangan program studi melalui optimalisasi kegiatan tridarma perguruan tinggi. Ia menyampaikan bahwa program studi perlu untuk terus melakukan update.

 

“Prodi merupakan pionir untuk pengembangan fakultas maupun universitas. Juga perlunya program studi untuk terus berbenah dan meningkatkan daya saing,” Didik Efendi.

 

Menurut Didik, cara untuk mengembangkan program studi dengan cara mengoptimalisasi kegiatan tridarma perguruan tinggi. Adapun strategi yang dapat dilakukan yaitu peningkatan kualitas pembelajaran melaui mengembangkan kualitas kurikulum sesuai kebutuhan, meningkatkan kualitas dosen dan metode pembelajaran, dan menyediakan fasilitas belajar yang memadai.

 

“Partisipasi dalam asosiasi untuk meningkatkan kualitas prodi, misalnya kegiatan-kegiatan pelatihan maupun workshop,” tambah Didik.

 

Kegiatan yang dimoderatori oleh Fan Naa Na Muhammad ini dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab berlangsung dengan menarik, hal ini terlihat dari para peserta webinar yang antusias mengajukan pertanyaan-pertanyaan.

Pemaparan materi oleh narasumber kedua yaitu Ihda Ayunil Khotimah, M.Pd. berkaitan dengan strategi pengembangan program studi melalui partisipasi dalam asosiasi.

 

Aspek partisipasi yang ia tekankan lebih kepada pentingnya kolaborasi. Kolaborasi Harmonis dan peningkatan kualitas prodi. Selain itu, mengenai manfaat kolaborasi dengan asosiasi prodi yaitu untuk meningkatkan kualitas dosen, untuk meningkatkan kualitas mahasiswa, meningkatkan kualitas pelayanan umum, dan sebagai sarana untuk silaturahmi.

 

Untuk kepentingan mahasiswa, Ihda Ayunil menekankan pentingnya kolaborasi bersama, karena dengan kolaborasi maka akan memperbesar peluang untuk sukses bersama. Prodi juga perlu terus berkolaborasi dan berkomunikasi aktif dengan stakeholder atau pengguna, karena masukan dari stakeholder memberikan peran besar terhadap pengembangan prodi.

 

Selain dengan stakeholder, kolaborasi juga dapat dilakukan dengan komunitas lokal, dunia industri terkait alat peraga edukatif & media pembelajaran, dan asosiasi mahasiswa prodi.

 

Kolaborasi yang berkaitan dengan dosen, kolaborasi dapat dilakukan dengan lembaga maupun perseorangan. Kolaborasi dapat dilakukan pada bidang pendidikan, penelitian, maupun pengabdian masyarakat.

 

“Kolaborasi berkaitan bidang pengabdian kepada masyarakat dapat dilakukan dengan rumah tahfidz, lembaga ekonomi kreatif, maupun dengan lembaga keagamaan,” ungkap Ihda Ayunil.

 

Kegiatan webinar nasional ini ditutup dengan pembacaan kesimpulan webinar oleh moderator, kemudian penutupan oleh pembawa acara.

 

Red-HJ99/HI