Sinergi Stakeholder Terkait, Peran Desa dan Kecamatan Tangguh Bencana Sangat Diperlukan di Kudus

0
166

Kudus, Harianjateng.com- Pada Kamis 30 November 2023 telah dilakukan Sinergitas peran kecil dalam peningkatan Kapasitas Tim Reaksi Cepat (TRC) Kecamatan dan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Drs. Wahjoedi Fajar, M.Si.

Selanjutnya materi pertama, tentang Peran Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) dalam Penanggulangan Bencana yang disampaikan oleh Drs. Wahjoedi Fajar, M.Si selaku Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Prov Jateng.

Wahjoedi Fajar dalam kesempatan itu menyampaikan, bahwa Peran Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) sangat penting dalam penanggulangan bencana. Pihaknya bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan upaya-upaya penanggulangan bencana di tingkat lokal.

Materi kedua disampaikan oleh Aris Eko Purnomo, S.Sos., MA. M.AP.
Analis Kebijakan Ahli Muda Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Kudus menyampaikan tentang Percepatan Pencapaian SPM Sub Urusan Bencana di Wilayah Kecamatan.

Materi ketiga, disampaikan oleh Andrianto Wirawan, S.E. selaku Perencana Ahli Muda BAPPEDA Kabupaten Kudus. Ia menyampaikan tentang arahan perencanaan penanggulangan bencana di tingkat kecamatan.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bergas C. Penanggungan S.Sos., M.Si selaku PJ Bupati Kudus, yang mana telah mengapresiasi kegiatan ini, dan berharap kegiatan penanggulangan bencana dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di Kabupaten Kudus.

Kemudian, materi terakhir yang dibawakan Dr. Zela Septikasari M.Sc., M.Pd. Menyampaikan tentang Urgensi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dan Tim Reaksi Cepat (TRC) dalam Pengurangan Risiko Bencana.

Kegiatan ini dihadiri oleh Perwakilan OPD, 9 Kecamatan yang ada di Kabupaten Kudus. Dalam kegiatan ini terlihat antusiasme tinggi dari para peserta karena mereka mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan wawasan baru terkait penanganan bencana.

“Mereka bisa mengaplikasikan pengetahuan ini dalam situasi nyata untuk membantu komunitas mereka lebih siap dan tanggap terhadap bencana. Respons positif ini juga dipicu oleh kesadaran akan pentingnya kolaborasi antar lembaga dan komunitas dalam menghadapi risiko bencana,” tutup Dr. Zela.

Red-HJ99/HR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini