‎Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf

Laporan Heri
Minggu, 29 Maret 2026, 19:42:10 WIB
‎Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf


Semarang, Harianjateng.com – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah menjadi sarana memperkuat tali persaudaraan bagi warga Kelurahan Patemon. Masjid Baitul Mujahid menggelar acara Silaturahmi dan Halalbihalal yang berlangsung khidmat di selasar masjid, Kelurahan Patemon, Kecamatan Gunungpati, Kota Semarang, Ahad (29/3/2026) malam.

‎Acara ini dihadiri oleh tokoh-tokoh penting, di antaranya Ketua Yayasan Baitul Mujahid Khosim, Ketua Takmir Masjid Baitul Mujahid Achmad Safuan, Imam Masjid Kiai Rohman, serta jemaah dari Perum Graha Mandiri Residence, dan jemaah dari berbagai wilayah sekitar masjid.

‎Ketua Takmir Masjid Baitul Mujahid, Achmad Safuan, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat hari raya kepada seluruh jamaah. “Atas nama Masjid Baitul Mujahid, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 H. Taqabbalallahu minna wa minkum, siyama wa siyamakum,” ujarnya.

‎Dalam pesan morilnya, Gus Safuan mengingatkan jemaah mengenai hakikat kehidupan. Ia menekankan bahwa kelak saat menghadap Sang Pencipta, segala atribut duniawi tidak akan menyertai manusia.

‎”Suatu hari nanti kita akan pulang ke hadirat Allah SWT. Yang kita bawa bukan jabatan, harta, maupun rekening bank, melainkan amal kebaikan,” tegasnya.

‎Ia juga mengajak jemaah untuk membuang gengsi dalam meminta maaf. “Mari kita turunkan ego untuk meminta maaf dan memaafkan. Dosa kepada Allah bisa terampuni lewat taubat, namun dosa kepada sesama manusia harus diselesaikan dengan saling memaafkan,” lanjutnya.

‎Pada kesempatan tersebut, Ketua Takmir juga melaporkan transparansi dana umat, di mana penghimpunan infak selama bulan Ramadan 1447 H tercatat mencapai Rp 66.796.500,-.


‎Infak dari para jemaah sebagian besar dibelanjakan untuk buka bersama hingga lebih dari 3000 porsi, takjil selepas tarawih hingga lebih dari 3500 porsi, keperluan lain seperti membeli cup plastik, gula, kopi, dan teh selama sebulan Ramadan.

‎Hadir sebagai pembicara, KH. Muhsan membuka tausiyahnya dengan melantunkan QS. Ali ‘Imran ayat 133-134. Ayat tersebut menekankan pentingnya bersegera menuju ampunan Allah dan ciri-ciri orang bertakwa, yakni mereka yang berinfak di waktu lapang maupun sempit, menahan amarah, dan memaafkan kesalahan orang lain.

‎KH. Muhsan menjelaskan bahwa silaturahmi adalah pintu datangnya rahmat Allah. Beliau mengisahkan teladan Rasulullah SAW dalam Sirah Nabawi yang selalu menyempatkan diri menyapa para sahabat saat menuju masjid.

‎”Rasulullah diceritakan berangkat dan pulang dari masjid melalui jalan yang berbeda. Tujuannya tidak lain adalah agar bisa menjumpai lebih banyak orang untuk bersilaturahmi,” terang KH. Muhsan.

‎Ia juga menekankan keutamaan bersalaman sebagai penggugur dosa. “Salaman itu melebur dosa. Maka mari kita ringankan tangan, jangan segan untuk mengulurkan tangan meminta maaf,” tambahnya.

‎Piihaknya juga menyampaikan apresiasi atas capaian kegiatan Ramadan tahun ini yang dinilai sangat bagus, khususnya di wilayah Patemon, Gunungpati. Kendati demikian, diharapkan ada peningkatan kualitas ibadah maupun kegiatan sosial keagamaan di masa mendatang agar syiar Islam di Gunungpati semakin kuat.

‎Menutup rangkaian acara, usai tahlil berjemaah yang dipimpin KH. Muhsan, dengan doa yang dipimpin Kiai Rohman, acara diakhiri dengan mushafahah (bersalam-salaman) massal oleh seluruh jemaah sebagai simbol gugurnya kekhilafan dan dimulainya lembaran baru yang suci.

Red-HJ99/HI