Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Psikososial di Gubugsari Kendal

Laporan Heri
Jumat, 06 Februari 2026, 11:44:06 WIB
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Psikososial di Gubugsari Kendal


Kendal, Harianjateng.com- Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menggelar Pelatihan Psikososial bagi masyarakat Kabupaten Kendal, Kamis (05/02/2026) di Balai Desa Gubugsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal.

Pelatihan tersebut merupakan kelanjutan dari Kick Off di Gedung Wanita Kendal dan Pelatihan Migrasi Aman (PMA) di Tirtoarum Kendal tahun 2025 lalu. Pelatihan diikuti unsur purna PMI (Pekerja Migran Indonesia), keluarga PMI, kader desa, tokoh masyarakat dan tim kerja desa migran emas.

Pelatihan yang dilaksanakan mengangkat tema “Konselor Sebaya Berbasis Komunitas dan Pelatihan Dasar Pengasuhan Anak untuk Wali/Pengasuh Anak Pekerja Migran dan Pendampingan Layanan Konseling dan Parenting”.

Acara menghadirkan narasumber psikolog Umi Salwa dari Lembaga Konsultasi Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak Pimpinan Cabang Fatayat NU Kabupaten Kendal.

Kepala Desa Gubugsari Kecamatan Pegandon Hj. Nur Azizah yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan terima kasih kepada Lakpesdam PBNU atas penunjukan Desa Gubugsari sebagai lokasi pelatihan.

Ia menambahkan, bahwa pelatihan ini sangatlah bermanfaat, karena dalam pelatihan peserta memberikan pemahaman tentang program-progam migran EMAS (edukasi, maju, aman, sejahtera) serta melakukan pendampingan.

“Saya berharap, melalui pelatihan ini dapat mengedukasi masyarakat dalam penanganan permasalahan pekerja migran. Semoga pelatihan ini bisa bermanfaat bagi warga, jika terjadi perlakuan yang tidak baik dari majikan, nantinya dapat dilakukan pendampingan,” kata Hj. Nur Azizah.

Ia juga mengingatkan, agar jangan pernah bekerja ke luar negeri dengan menggunakan jalur ilegal, karena akan berdampak, karena akan mecelakakan diri sendri.

“Harapannya pekerja migran Gubugsari tidak ada yang bermasalah, dan diberikan kemudahan, serta kelancaran untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya,” harap Hj. Nur Azizah.

Sementara itu, Muhamad Jumiat yang akrab dipanggil Kang Jek selaku Koordinator Tim Pendamping Kabupaten Kendal mewakili Lakpesdam PBNU menyampaikan keprihatinan atas berbagai permasalahan yang menimpa Pekerja Migran Indonesia (PMI) antara lain tingginya angka perceraian.

Ia mengungkapkan, bahwa di Kabupaten Kendal pada tahun 2024 dari 2634 perkara yang masuk ke Pengadilan Agama didominasi angka perceraian sejumlah 2410 perkara. Sedangkan pada tahun 2025 berdasarkan data per Agustus 2025, dari 1934 perkara terdapat 1755 perkara perceraian”.

“Kami fokus pada psikososia, karena Lakpesdam PBNU memandang penting masyarakat terhadap kurangnya pengetahuan psikologi pekerja migran, eks, maupun yang akan berangkat. Secara ekonomi memang meningkat tapi ada keretakan keluarga sehingga kualitas hubungan keluarga menjadi prioritas,” kata Muhamad Jumiat.

Meski sampai sore pelatihan berlangsung menarik, karena Psikolog Umi Salwa menyampaikan materi bukan

hanya satu arah melainkan juga dialogis santai dan diselingi berbagai permainan.

Umi Salwa menekankan, agar para peserta dapat menjadi konselor atau pendamping sebaya kepada keluarga pekerja migran maupun pelaku pekerja migran, dan dapat menjadi agen sosialisasi kepada calon pekerja migran secara aman dan legal.

Red-HJ99/HR


Berita terkait

PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi Bareng dan Diskusi Mitigasi Bencana
PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi...
8 Februari 2026, 10:57:22
Bersama Kesbangpol Jateng , FKPT Jateng Kaji Pencegahan Terorisme
Bersama Kesbangpol Jateng , FKPT Jateng...
3 Februari 2026, 21:52:47