Mahasiswa PGSD UST Pamerkan Karya Budaya dan STEAM

Laporan Heri
Selasa, 16 Desember 2025, 20:20:42 WIB
Mahasiswa PGSD UST Pamerkan Karya Budaya dan STEAM


Yogyakarta, Harianjateng.com- Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta menampilkan beragam karya kreatif dalam kegiatan Gelar Karya PGSD UST yang diselenggarakan pada Selasa (16/12/2025) di Ruang Ki Sarino.

Kegiatan ini menjadi ruang aktualisasi mahasiswa dalam mengintegrasikan nilai budaya, seni, dan inovasi pembelajaran berbasis ajaran Tamansiswa.

Gelar Karya dibuka oleh Wakil Dekan I FKIP UST, Nurcholish Arifin Handoyono, M.Pd., serta diawali sambutan Kaprodi PGSD FKIP UST, Dr. Anang Sudigdo, M.Pd.

Dalam acara tersebut, Kaprodi PGSD menyampaikan, bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari proses pembelajaran yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan karya nyata yang berakar pada kebudayaan sebagai perwujudan dari Catur Dharma Perguruan Tinggi.

Wakil Dekan I FKIP UST menilai Gelar Karya PGSD sebagai kegiatan strategis yang memperkuat mutu akademik program studi.

“Karya mahasiswa yang ditampilkan mencerminkan keterpaduan antara capaian pembelajaran, kreativitas, serta kontribusi nyata terhadap pengembangan budaya di lingkungan pendidikan dasar,” ungkap Nurcholish Arifin Handoyono.

Berbagai rangkaian kegiatan turut memeriahkan Gelar Karya, mulai dari workshop, talk show, hingga pameran lukisan seni dan produk STEAM hasil karya mahasiswa PGSD UST.

Suasana semakin semarak dengan penampilan tari dan lagu yang dibawakan mahasiswa sebagai bentuk pelestarian seni budaya.

Pada sesi workshop, Cak List, pegiat Sariswara Taman Siswa, mengajak peserta memahami dolanan sebagai media belajar berbudaya yang dapat diterapkan dalam pembelajaran.

Sementara itu, Paksi Raras Alit, pegiat musik dan sastra, menekankan pentingnya kreativitas seni dan musik tradisi sebagai sarana menghidupkan budaya di tengah tantangan era modern.

Talk show yang menghadirkan Fajar Kurnia Aji, S.Pd alumni PGSD UST sekaligus guru di SDN Surokarsan 2, mengangkat peran guru sebagai agen penggerak kebudayaan.

Dalam sesi penutup, para narasumber bersepakat bahwa setiap individu memiliki potensi kognitif dan imajinatif yang dapat dikembangkan melalui seni, sehingga mahasiswa tidak perlu ragu untuk berkarya dan berinovasi di bidang kebudayaan.

Red-HJ99/HI


Berita terkait

PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi Bareng dan Diskusi Mitigasi Bencana
PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi...
8 Februari 2026, 10:57:22
HMI: Senjakala Atau Fajar Baru?
HMI: Senjakala Atau Fajar Baru?
5 Februari 2026, 14:30:03