KEK Jadi Episentrum Pertumbuhan Industri di Jawa Tengah
Kendal, Harianjateng.com – Kawasan Industri Kendal (KIK) menggelar acara KEK Kendal and Central Java Future Forum 2025, Rabu (15/10/2025) di Patma Hotel Semarang.
Acara tersebut dihadiri Gubernur Jawa Tengah, Bupati Kendal beserta pimpinan OPD Kendal, dan para tamu undangan yang terus mendukung kemajuan KIK dan KEK Kendal.
Dalam acara tersebut, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas terselenggaranya kegiatan dukungan untuk kemajuan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal, yang menjadi simbol pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Tengah.
Ia sangat mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Kawasan Industri Kendal (KIK), serta seluruh pihak yang telah mendukung suksesnya kegiatan tersebut.
Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada para tenant KIK atas kontribusi mereka melalui program CSR dan sinergi dengan pemerintah. Menurutnya, kerja sama ini telah menciptakan iklim investasi yang kondusif, aman, dan nyaman bagi perkembangan industri di Kendal.
Menurut Bupati Kendal, capaian ini menunjukkan bahwa Kendal telah menjadi salah satu daerah penyangga ekonomi strategis di Jawa Tengah.
“Kabupaten Kendal menunjukkan kemajuan signifikan di tiga indikator utama pembangunan. Pertana, Penurunan angka kemiskinan sebesar 0,95 persen, dari 9,35 persen menjadi 8,40 persen. Kedua, Pertumbuhan ekonomi meningkat pesat hingga 7,67 persen pada tahun 2025. Ketiga, Investasi masuk mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp 179 Triliun hingga Agustus 2025,” ungkap Bupati Kendal.
Capaian tersebut, Lanjut Bupati, tak hanya memperkuat posisi Kendal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menunjukkan daya tarik KEK Kendal bagi investor nasional dan internasional yang sangat tinggi. Terbukti hingga September 2025, Kawasan Industri Kendal telah mencatat kehadiran 134 tenant atau investor, dengan proyeksi menciptakan lebih dari 68 ribu lapangan kerja.
Direktur Eksekutif Kawasan Industri Kendal (KIK), Juliani Kusumaningrum menyebutkan, bahwa saat ini terdapat 135 tenant yang telah bergabung, dengan 53 tenant sudah beroperasi, 30 dalam proses konstruksi, dan sisanya dalam tahap pengembangan.
“Jumlah tenaga kerja yang terserap saat ini mencapai 35 ribu orang, di mana 80 persen berasal dari Kabupaten Kendal. Ini menjadi bukti nyata bahwa keberadaan KIK memberikan dampak langsung pada masyarakat lokal,” kata Juliani.
Sementara itu, Gubernur Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Lutfi juga menegaskan pentingnya KEK Kendal dalam mendongkrak pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.
“Kehadiran Kawasan Industri Kendal ini membantu menyerap tenaga kerja dan mengurangi pengangguran. Iklim investasi di Jawa Tengah sangat mendukung, karena proses perizinan dibuat mudah dan tidak berbelit-belit,” kata Gubernur Jateng.
Ia juga menegaskan, bahwa di wilayah Jawa Tengah tidak ada premanisme, sehingga para investor di Jawa Tengah dijamin keamanannya, karena akan terus dikawal dengan baik, sehingga bersama-sama akan membawa kemanfaatan bagi masyarakat Jawa Tengah.
Red-HJ99/HR
Berita terkait
Program Speling Dokter Spesialis Sasar Desa...
PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi...
Gelar Rapat Anggota Tahunan, Primkopti Harum...
Badan Kesbangpol Kendal Kukuhkan Pengurus Forum...
Lakpesdam PBNU Gelar Pelatihan Psikososial di...
BUMDESMA Singorojo Surplus 1,54 Miliar di...
Berita Terbaru
Program Speling Dokter Spesialis Sasar Desa...
Pemkab Kendal Gelar Safari Ramadhan di...