Tradisi Syawalan Kaliwungu Tahun 2026 Resmi Dibuka
Kendal, Harianjateng.com- Tradisi Syawalan Kaliwungu di Makam Kiai Guru Asy’ari resmi dibuka oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari berserta dengan para tokoh agama dan masyarakat, Sabtu (26/3/2026) di area makam Jabal, Desa Protomulyo, Kecamatan Kaliwungu Selatan.
Acara turut dihadiri oleh para tokoh agama tokoh masyarakat, para pimpinan pondok pesantren di Kaliwungu, serta diikuti oleh ratusan masyarakat umum lainnya.
Bupati Kendal yang akrab disapa Mbak Tika beserta dengan para tokoh agama, dan masyarakat umum lainnya membaca maulid nabi dan membaca tahlil untuk almarhum para ulama terdahulu.
Pengurus Masjid Almuttaqin Kaliwungu, Sekaligus Ketua MUI Kendal, KH. Asroi Tohir menyampaikan, Syawalan ini telah menjadi tradisi turuntemurun, ternyata tidak hanya sekedar menjadi ajang silaturahmi bagi warga, tetapi juga merupakan bentuk penghormatan terhadap ulama besar yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Kaliwungu.
Menurut KH. Asri Tradisi Syawalan ini bukan hanya sekedar mengenang, melainkan juga untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan kepada generasi mendatang, agar mereka menjadi generasi yang kuat dalam menghadapi tantangan jaman.
Ia juga meminta dukungan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kendal untuk melakukan kajian-kajian historis agar tradisi Syawalan akan terus dilestarikan oleh generasi penerus yang akan datang.
“Jangan sampai generasi penerus nantinya kehilangan jejak histori, karena adanya Syawalan ini yang paling pokok adalah mengenal para tokoh terdahulu yang sangat luar biasa dalam segala bidang, terutama keilmuan pengembangan agama Islam sejak 360 tahun lalu. Sehingga perlu adanya perlu adanya dukungan dari pemerintah melalui dukungan kajian-kajian histori, agar tradisi Syawalan bisa tercatat dan terus dilestarikan,” tutur KH. Asroi Tohir.
Sementara dalam sambutannya, Bupati Dyah Kartika Permanasari menyampaikan, bahwa tradisi syawalan merupakan tradisi luhur yang harus terus dilestarikan oleh kita bersama dan generasi berikutnya.
Menurut Bupati Kendal, perjuangan dakwah dari para ulama pendahulu patut diteladani, sehingga memalui tradisi ini terus terjaga demi mempererat hubungan antara masyarakat dan umaroh dengan para ulama tetap terjaga dengan baik, sekaligus momentum untuk mendoakan para ulama terdahulu yang sudah berjuang untuk syiar agama Islam.
“Tradisi Syawalan menjadi momentum bagi masyarakat untuk mendoakan para ulama terdahulu terutama Almarhum Kiai Guru Asy’ari yang telah berjuang untuk syiar agama. Beliau adalah pendiri Masjid Agung Kaliwungu, hingga saat ini terus menjadi simbol perjuangan dakwah,” tutur Bupati Kendal.

Ia juga meminta doa kepada masyarakat, agar program-program yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Kendal bisa berjalan dengan baik dan lancar.
Pihaknya berpesan agar masyarakat senantiasa menghormati para ulama terdahulu maupun ulama yang masih hidup, agar bisa mengambil ilmu yang diberikan, serta terus bisa melestarikan tradisi Syawalan.
Tradisi Syawalan ini tentunya untuk mendoakan dan mengenang jasa-jasa para ulama, seprti KH. Asy’ari, Sunan Katong, Wali Musyafa, Wali Rukyat, Kiai Mojo, dan masih banyak lagi lainnya.
Red-HJ99/HR
Berita terkait
Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf
Mbak Tika Melakukan Sholat Idul Fitri...
Berikan Kontribusi Nyata, DPD LDII Kendal...
FKUB Kendal Resmi Dikukuhkan, Bupati Harap...
Pantau Kesiapan Pos Mudik, Bupati Kendal...
PW GP Ansor Jateng Cek Kesiapan...
Berita Terbaru
Achmad Safuan: Jangan Gengsi Meminta Maaf
Tradisi Syawalan Kaliwungu Tahun 2026 Resmi...