Gelar Rapat Anggota Tahunan, Primkopti Harum Kendal Harapkan Pemerintah Mengatur Tata Niaga Impor Kedelai

Laporan Heri
Sabtu, 07 Februari 2026, 21:43:02 WIB
Gelar Rapat Anggota Tahunan, Primkopti Harum Kendal Harapkan Pemerintah Mengatur Tata Niaga Impor Kedelai
Ketua Puskopti Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro



Kendal, Harianjateng.com- Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT), Sabtu (7/2/2026) di gedung MWCNU Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Acara dihadiri oleh Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari, Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah Sutrisno Supriantoro, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kendal, Tardi, ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai beserta para pengurus dan diikuti ratusan anggota.

Dalam acara tersebut, Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai menyampaikan, bahwa RAT merupakan akumulasi dari pengelolaan perusahaan koperasi dalam satu tahun untuk dilaporkan, agar mengetahui kondisi koperasi, baik dari sisi kemajuannya maupun kendala apa saja yang saat ini sedang dihadapi.

Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai

Ketua Primkopti Harum Kendal, Rifai

Rifai menambahkan, Primkopti Harum Kendal melakukan pengelolaan aset sekitar Rp.18 miliar dengan anggota aktif sekitar 221 anggota, yang juga merupakan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

“Primkopti Harum Kendal selain bergerak dalam bidang kedelai, juga bergerak dalam usaha pertokoan untuk melengkapi sarana produksi anggota seperti mesin pemecah kedelai, minyak goreng, dan praktik untuk membungkus kedelai. Di tahun 2025 ini untuk Hasil Sisa Usaha pada tahun berjalan sekitar Rp 250 juta,” kata Rifai.

Ketua Primkopti Harum juga menjelaskan, bahwa di tahun 2025 ada penurunan penjualan dibandingkan tahun sebelum sebesar 20 persen. “Kalau dulu rata-rata penjualannya itu 600 ton kedelai perbulan, namun sekarang hanya sekitar 500 ton perbulan,” ujarnya.

Ia berharap, pemerintah segera membenahi sektor ekonomi khususnya untuk tata niaga impor kedelai, karena kemarin sudah ada penunjukan Berdikari Mandiri Indonesia (BMI) untuk menangani pungkil kedelai pakan ternak.

“Kemarin sudah ada penjunjukan BMI untuk menangani pakan ternak. Lah ini yang untuk kedelai pakan manusia juga harapannya segera dibentuk oleh pemerintah. Kemudian untuk prioritas pangan, jangan hanya beras saja, namun kedelai juga harus diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan pelaku UMKM,” harap Rifa’i.

Disisi lainnya, Rifai berharap, bahwa ke depan untuk jangka panjangnya Primkopti Kendal bisa untuk ekspor tempe ke luar negeri, karena kemarin sudah melakukan studi banding ke perusahaan swasta Azaki Food di Bogor yang sudah berhasil ekspor tempe ke 12 negara.

Ketua Pusat Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Puskopti) Jawa Tengah Sutrisno Supriantoro yang juga hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Primkopti Harum Kendal, karena tetap bisa menyerap sekitar 600 ton kedelai perbulan, dan menjadi nomor 1 di Jawa Tengah, momor 2 di Indonesia setelah Jakarta Selatan yang menyerap sekitar 700 ton perbulan.

Ketua Puskopti Jawa Tengah, Sutrisno Supriantoro

“Saya sangat bangga kepada Primkopti Harum Kendal, semoga kedepan bisa terus maju, dan terpenting bisa memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Sutrisno.

Terkait dengan Tata Niaga, Sutrino sudah mengusulkan kepada Pemerintah, agar tata niaga kedelai bisa dikendalikan oleh Pemerintah, dan pemerintah wajib untuk cawe-cawe.

“Jika pemerintah masih menyerahkan pengelolaan kedelai hingga detik ini ke pihak swasta, dan tidak mengambil alih, maka pengelolaannya pasti tidak terkontrol untuk fluktuasi kedelai,” kata Sutrisno.

Ia juga menegaskan, sudah mengusulkan kepada pemerintah agar bisa menanam kedelai. Mengingat sampai saat ini 90 persen kedelai impor dari negara Amerika dan 10 pesennya kedelai lokal. Padahal jaman orde baru itu kedelai lokal mampu mencukupi 60 pesen.

Dalam acara tersebut, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Kendal, Tardi harapannya ada perlindungan harga untuk petani, termasuk harga untuk kedelai, agar petani kembali bisa menanam komoditi kedelai.

“Harapannya dari Dinas Pertanian Kendal untuk bisa menggaungkan kembali untuk menam komoditi kedelai, mengingatkan tanaman adalah tanaman sela yang bisa panen dalam waktu 2 bulan,” kata Tardi.

Sementara itu, Bupati Kendal, Hj. Dyah Kartika Permanasari dalam sambutannya menyampaikan, apresiasi terhadap Primer Koperasi Produsen Tempe dan Tahu Indonesia (Primkopti) Harum Kendal dalam mendukung produsen tempe dan tahu di wilayah Kabupaten Kendal.

“Pemerintah Kabupaten Kendal sangat mengapresiasi Primkopti Harum Kendal, karena telah membantu Pemerintah Kendal berkaitan dengan urusan kedelai, khusunya pelaku UMKM produsen tempe dan tahu,” ujar Bupati Kendal.

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari

Ia juga berharap, agar Primkopti Kendal bisa terus melakukan inovasi dan terobosan baru dalam meningkatkan pelayanan prima terhadap anggotanya dan masyarakat, dan lebih optimal dalam menjalankan aturan dasar dan rumah tangga koperasi.

“Semoga Primkoti Kendal ini ke depan bisa terus maju dan anggotanya semakin sejahtera, dan tentunya Pemkab Kendal akan terus mendukung dan menerima apa saja yang menjadi aspirasi dari Primkoti Kendal, agar terus bisa bersama-sama dalam memberikan mafaat kepada masyarakat,” tutur Bupati Kendal sekaligus membuka acara RAT Primkopti Haruma Kendal.

Red-HJ99/HR


Berita terkait

PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi Bareng dan Diskusi Mitigasi Bencana
PC GP Ansor Kendal Gelar Ngopi...
8 Februari 2026, 10:57:22
Bersama Kesbangpol Jateng , FKPT Jateng Kaji Pencegahan Terorisme
Bersama Kesbangpol Jateng , FKPT Jateng...
3 Februari 2026, 21:52:47